Oleh: awaludinfajari | Juli 5, 2012

Komentar seorang awam

Aku bukan seorang yang ahli dalam agama, aku hanya seseorang yang pernah ikut nyantri di pesantren yang memegang tradisi salaf, sebuah metode yang di kembangkan oleh wali sanga dalam menyebarkan ajaran islam di tanah jawa.

Fenomena ormas islam di indonesia, sudah menjadi rahasia publik. Saling kritik dan salah menyalahkan antar sesama ormas sudah menjadi santapan masyarakat kita sehari-sehari, belum lagi ada isu kekerasan dalam memaksakan kehendak pada umat islam lainnya menjadi sebuah isu sosial yang bisa mengancam kehidupan beragama yang rukun.

Perbedaan dalam menafsirkan al quran dan melaksanakan ibadah menjadi pemicu umat islam untuk berpecah belah, padahal seharusnya perbedaan itu menjadikan kita semakin kuat dan kompak dalam syiar islam di negeri ini. Karena perbedaan itu merupakan sebuah hikmah bagi kaum muslimin, menjadi sebuah keberagaman yang patut kita syukuri dan kita terima bersama. Selama perbedaan itu tidak menyangkut dengan aqidah islamiyah, kenapa harus di perdebatkan dan dipermasalahkan?….ingat akan kudrat kita sebagai manusia, seluruh manusia diciptakan dengan perbedaan, walaupun dia terlahir kembar pasti Allah memberikan sedikit perbedaan padanya, jadi apa masalah kita akan perbedaan itu?

Cobalah untuk hidup bertoleransi akan sesama, setiap manusia mempunyai alasan tersendiri untuk berbeda, dan berani mempertanggungjawabkan segalanya. Jangan pernah kita mempermasalahkannya jika masih dalam batas-batas yang diwajarkan, karena itu akan menjatuhkan harga diri kita sebagai seoarang manusia dan menandakan bahwa kita seseorang yang sombong karena merasa paling pintar, benar dan pailng suci cobalah untuk mengenengahkan persamaan daripada perbedaan, tarik garis tengahnya supaya kedua sisi dapat tersambung dan bisa berbaur itu menandakan kehidupan masyarakat kita yang hidup rukun, aman dan kondusif.

Oleh: awaludinfajari | Maret 12, 2012

Foto makam para nabi dan sahabat nabi muhammad

Makam ABU THALIB/Talib, Paman Nabi Allah MUHAMMAD SAW di Mekah 

Makam ABU THOLIB/Talib, Paman Nabi Allah MUHAMMAD, SAW di Mekah

 2.Makam Nabi Allah HARUN As 

Makam Nabi Allah HARUN As

 3.Makam Nabi Allah SALEH As 

Makam Nabi Allah SALEH AS

 4.Makam Nabi Allah YAHYA As 

Makam Nabi Allah YAHYA As

 5.Makam SITI FATIMAH AZ ZAHRA Putri Nabi Muhammad Saw

Makam FATIMA AZ ZAHRA

6.Makam ABEEL, anak dari Nabi Allah ADAM As di Arab Saudi

Makam ABEEL, Putra Nabi ADAM As di Arab Saudi

 7.Makam Khadijah, Istri Nabi Allah MUHAMMAD SAW di kota Mekah 

Makam Khadijah, Istri Nabi Allah MUHAMMAD SAW di Mekah

 8.Jejak Kaki Nabi ADAM As di SriLanka 

Jejak Kaki Nabi ADAM AS di SriLanka

9.Makam SITI HAWA di Jeddah 

Makam SITI HAWA Istri Nabi ADAM As di kota Jeddah

10.Makam Nabi Allah SHOAIB As 

Makam Nabi Allah SHOAIB As

11.Makam Nabi Nabi Allah YUSYA As, di Jordan

Makam Nabi Nabi Allah YUSYA As, di Jordan

12.Makam Nabi Allah MUSA As di Israel 

Makam Nabi Allah MUSA, AS di Israel

 13.Makam Nabi Allah ZAKARIA As 

Makam Nabi Allah ZAKARIA As

 14.Makam BILAL HABASHI, di Damaskus 

Makam BILAL HABASHI, di Damaskus

 15.Makam Nabi Allah DAUD, AS di Israel 

Makam Nabi Allah DAUD, AS di Israel

16.Makam Nabi Allah ADAM As di Jordan 

Makam Nabi Allah ADAM As di Jordan

17.Makam Nabi Besar MUHAMMAD SAW di Arab Saudi 

Makam Nabi Besar MUHAMMAD SAW di Arab SaudiSumber:http://info-infounik.blogspot.com/2011/06/foto-makam-makam-para-nabi-dan-para.html
Oleh: awaludinfajari | Maret 11, 2012

Besok hari kiamat

Suatu hari sejumlah anak di kampung Nasruddin Affandi berkata pada Nasrudin : “kambing anda memang hebat. Gemuk dan sehat pula bagaimana kalau besok kita berpesta, makan daging kambing ini bersama-sama? ”

Nasrudin sangat sayang untuk menyembelih kambingnya. Maka ia menjawab, “kambing ini belum gemuk benar kok”

“Tapi apakah nasrudin tidak mendengar bahwa besok akan kiamat dan kambing ini takkan bertambah gemuk lagi?” kata anak-anak itu.

Nasrudin affandi merasa kesal mendengar kata anak-anak itu.

“kalau begitu baiklah, besok kita bertamasya dan makan kambing ini bersama-sama pula”katanya

Anak-anak ini bersorak gembira. Esoknya pagi-pagi benar mereka berangkat. Tiba d tepi sungai, mereka lalu melepaskan pakaian-pakaian dan berenang.

Ketika anak-anak itu sedang mandi, Nasrudin diam-diam mengambil pakaian anak-anak itu. Ia membawa pakaian itu agak jauh dari sungai. Kambingnya ia sembelih, ia kuliti dan pakaian anak-anak itu ia bakar untuk memanggangnya.

“Di mana pakaian-pakaian kami, Nasrudin Affandi? ”tanya anak-anak itu.

“Oh!” kata nasrudin Affandi. “Aku telah membakarnya untuk memanggang kambing itu. Kalian toh tak memerlukan lagi sebab kata kalian nanti sore dunia akan kiamat”

Oleh: awaludinfajari | Maret 11, 2012

Anda ingin sehat ?

Zaman dahulu kala Raja Harun Al-Rasyid mempunyai dokter pribadi yang cerdik dan mahir yang beragama nasrani.

Pada suatu hari dokter itu bertanya kepada pegawai istana yang bernama Ali bin Husen bin Waqid, katanya :

“Ilmu itu ada dua macam : ilmu agama dan ilmu kesehatan. Apakah dalam kitab saudara (Al Quran ) ada ilmu kesehatan? ”

Jawab  Ali :”Ada, bahkan Allah menghimpun ilmu kesehatan itu dalam satu ayat dalam kitab kami, yaitu : kuluu, wasyrabuu walaa tusrifuu. Artinya : Makanlah kamu sekalian dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan”

Tanya dokter :”Adakah keterangan dari nabimu mengenai ilmu kesehatan”

Jawab Ali : “Nabi kami menghimpun ilmu kesehehatan dalam sabdanya yang singkat sekali, yaitu :Al ma’idatu baitud-da’i wal-himayatu ra’su kulli dawa’in wa’awwiduu kulla jismin ma’tada. Artinya perut besar(lambung) itu tempat penyakit, mengadakan pencegahan (penjagaan) adalah sumber semua obat.Bisakanlah dirimu dengan kebiasaannya.”

                                                                                                                                                                  (Dari tafsir Ruhulbayan hal. 155 juz III)

Dan kata ibnu Abbas :”Makanlah apa yang kau kehendaki dan pakailah yang kau kehendaki

Adapun yang dapat mencelakakanmu itu ada dua perkara, yaitu:berlebih-lebihan dan buruk sangka. Maka oleh karena itu sebaiknya makan dan minum jangan berlebih-lebihan. Orang yang banyak makan seperti hewan saja”

Dengan oleh karena itu pula, banyak orang yang mengobati orang sakit menjadi sembuh dengan memperbaiki gizi dan berhati-hati mengenai makanan, minuman dan mengurangi pembicaraan.

Sumber: bercermin dari hikayat jilid 3
Oleh: awaludinfajari | Maret 10, 2012

Hidup serba kredit

“Mamang kenapa mau jadi tukang kredit?” kata doel

“Ach doel, mamang mah pengen ngasih kredit buat orang-orang yang ga kebagian kredit di Bank, kasihan doel ” kata mamang kredit

Masih ingat kah, itu salah satu obrolan si doel dengan mamang tukang kredit dalam sinetron si doel anak sekolahan.

Kredit barang rumah tangga menjadi salah satu kegiatan jual beli yang lumrah di perkampungan, disebabkan sebagian masyarakatnya masih tergolong dalam kondisi perekonomian yang rendah. harga barang yang dikreditkan biasanya harganya jauh lebih mahal, perbedaannya sekitar 20 sampai 30%,. Walaupun begitu tetap saja mereka menganggap kredit menjadi hal yang meringankan buat mereka, akhir-akhir ini pun kredit tidak hanya berupa barang rumah tangga saja seperti peralatan dapur dan pakaian. Barang elektronik pun sudah banyak yang dikreditkan bahkan motor, mobil rumah pun akhir-akhir ini menjadi sesutau tren baru dalam perkreditan tetapi mungkin jangkauannya tidak seluas dan sebanyak kredit barang rumah tangga.

Sudah cukup prolognya tentang kondisi perkreditian di masyarakat pedesaan kita. Sekarang cerintanya.

Waktu perjalanan pulang dari bandung ke subang, saya sempat berkenalan dengan seorang bapak-bapak, ya saya taksir sih usianya sekitar 45- 50 tahunan, soalnya anak pertama dia baru berusia 22 tahunan. Dari obrolan itu bapak itu  menjelaskan gambaran tentang perekonomian keluarganya , dia seorang pedagang sekaligus petani, dia mempunyai 3 rumah bagus, dua di kampung dan satunya lagi di kota, katanya yang di kota sebagai tempat persinggahan saja, ya semacam vila lah. Selanjutnya dia mempunyai sebuah mobil, 3 buah motor bebek dan sebidang sawah dan tanah seluas kira-kira 3 hektaran. Saya sempat kaget juga sama bapak ini, dia menceritakan semua hartanya pada saya seakan-akan mau nyombong.Hehehe buruk sangka, selanjutnya dia bertanya pada saya, “de tau dapat dari mana semua itu?”  “kalau ga dari warisan ya dapat dari hasil bapak dagang”   jawab saya, bapak itu menlanjutkan” itu semua bapak dapat dari hasil dagang, sebeblumnya bapak dan keluarga termasuk orang-orang menengah ke bawah, bapak penjual sayur keliling tetapi alhamdulillah karena ketekunan bapak, bapak akhirnya punya kios di pasar dan punya semuanya”. “loh koq bisa pak, bapak bisa punya harta segitu banyak, dari kios sayur-sayuran? ” potong saya,   “semuanya itu hasil bapak kredit, setiap hasil dagang bapak sisihkan setiap harinya buat cicilan motor, mobil rumah, bahkan sawah” sambil ketawa-ketawa bapak menjelaskan. Tetapi alhamdulillah semuanya sekarang sudah lunas, kalau ga begitu dan nunggu duitnya ngumpul dulu kapan kita bisa punyanya? Bapak melanjutkan, “kalau motor, rumah di kota mang masuk akal tetapi sawah dan dua rumah di kampung? Mang udah ada sekarang kredit sawah dan rumah di kampung? Lanjut saya bertanaya. Owh kalau itu sih gampang, kalau rumah mah mang ga ada itu semuanya hasil dari jualan semua, tetapi kalau sawah dan tanah itu ada, tetapi hanya orang-orang yang jual butuh saja, misal ada orang butuh duit 5 juta terus bapak paksain jual-jual barang-barang semisal emas buat dpnya itu, selanjutnya mah terserah bahkan 2 tahun baru selesai atau lunas.

Setealah panjang lebar menjelaskan asal usul hartanya satu persatu akhirnya bapak menjelaskan pesan yang terkandung di dalamnya, kadang manusia itu harus terpaksa dulu baru bisa dia berfikir, maksudnya buat diri kita sekritis mungkin sehingga kita ada kemauan untuk berjuang melepaskannya, semisal tadi bapak pengen beli mobil, kalau beli langsung itu serasa tidak mungkin, makanya bapak kredit dengan angsurana 5 juta perbulan, untuk memenuhi angsurann yang 5 juta itu bapak usahakan untuk lebih giat lagi berjualan bahkan yang biasanya berjualan malam saja, karena angsuran mah bisa siang malam, yang biasanya satu tempat saja karena angsuran mah bisa dua, tiga ditempat.

Owwwwhhhh…pikir saya dalam hati, seketika itu saya ingat pada sebuah buku The Power of Kepepet. Yang membuat hidupnya serba kepepet sehingga menjadi kreatif untuk menggapai segala impian dan kebutuhannya.

NB: SKS sistem kebut semalam atau sangkuriang mungkin bukti The Power of kepepet itu memang ada dan benar adanya.

Oleh: awaludinfajari | Januari 30, 2012

Ketidakberdayaan Iskandar di Hadapan Orang-orang Bijak

Suatu ketika Iskandar sampai ke wilayah orang-orang bijak di tempat yang agung. Beliau melihat masyarakatnya mengenakan pakaian terbuat dari daun-daun pohon. Rumah-rumah mereka dari batu-batu keras. Iskandar bertanya kepada mereka beberapa masalah hikmah. Mereka menjawabnya dengan jawaban terbaik dan perkataan lembut. Iskandar berkata kepada mereka “Mintalah sesuatu yang akan ku kabulkan” Mereka berkata “Kami mohon keabadian di dunia”. Dia berkata, “Aku tidak dapat melakukannya buat diriku sendiri. Bagaimana mungkin dapat member kalian keabadian?”

Orang-orang tua dari mereka berkata,”Kami meminta kesehatan badan sepanjang sisa usia kami”Iskandar menjawab,”Itu juga tak dapat kulakukan”, Mereka berkata,”Beritahu sisa umur kami?”Dia menjawab,”Aku tidak mengetahui ruhku sendiri, apalagi ruh kalian”. “Maka pergilah, kami akan meminta kepada Zat yang mampu untuk melakukannya. Bahkan terhadap yang lebih dahsyat dari semua itu”.

Orang-orang melihat banyaknya tentara dan besarnya arak-arakan Raja Iskandar. Tetapi di tengah-tengah mereka ada seorang syaikh miskin yang tidak mengangkat kepalanya. Iskandar bertanya,”Mengapa engkau tidak melihat apa-apa yang dilihat orang-orang.” Syaikh itu berkata,”Aku tidak terpesona oleh raja yang kulihat sebelummu, mengapa aku harus melihatmu dab kerajaanmu”. Iskandar bertanya, “Mengapa ?” orang itu berkata,”kami punya seorang raja dan seorang miskin. Kemudian keduanya meninggal dunia pada hari yang sama. Aku tidak melihat melihat keduanya. Beberapa waktu kemudian aku menandatangi kuburan keduanya dan sangat ingin mengenali raja dan orang miskin itu, namun aku tidak berhasil untuk membedakan antara keduanya”Iskandar meninggalkannya dan berlalu.

Oleh: awaludinfajari | Januari 25, 2012

Hukum Membaca Al-Qur’an di Kuburan

Agama Islam menganjurkan untuk saling mendoakan sesama muslim, walaupun terhadap muslim yang telah meninggal dunia. Ini membuktikan bahwa persaudaraan antara muslim itu bersifat abadi, tidak hanya ketika hidup di dunia saja tetapi juga ketika salah satu diantara mereka telah meninggal. Bahkan persaudaraan itu akan berlanjut kelak di akhirat.Ulama ahli fiqih bersepakat, bahwa amalan orang yang masih hidup yang diperuntukkan kepada yang telah meninggal berpahala sama. Amalan itu tidak hanya sebatas doa, tetapi juga amalan-amalan lain yang bermanfaat bagi yang telah meninggal dunia. Seperti sedekah, membaca al-Qur’an, dan membayarkan qadha puasa.

Dalam kitab Hujjah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dijelaskan ada dua pendapat mengenai hukum membaca al-Qur’an di kuburan. Madzhab Malikiyah menganggap hal itu makruh. Sedangkan mayoritas ulama mutaakhkhirin memperbolehkannya. Dan pendapat terakhir inilah yang berlaku di kalangan kaum muslimin sekarang.
Jika kita mau memperhatikan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib dari Nabi Muhammad saw. Sesungguhnya beliau telah bersabda: “barang siapa yang melewati kuburan dan membaca surat al-fatihah sebelas kali, kemudian menghadiahkan pahalanya kepada orang yang telah meninggal, maka diberikan kepadanya pahal dengan hitungan orang yang telah meninggal tadi”.

Adapun hadits yang lebih spesifik menerangkan tentang membaca al-Qur’an di kuburan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra yang artinya:”barang siapa berziarah kepada kubur kedua orang tuanya atau salah satunya, kemudian ia membaca surat Yasin di pekuburan, dia telah diampuni dengan hitungan ayat atau huruf ayat tadi. Dan orang tersebut suda h dianggap berbuat baik kepada orang tuanya”.

Dalam kitab yang sama dijelaskan, Qadhi Abi Thayyib ketika ditanya tentang menghatami al-Qur’an di maqbarah (kuburan), menjawab bahwa pahalanya bagi orang yang membaca. Sedangkan mayit, seperti orang yang hadir, diharapkan mendapat barokah dan rahmat Allah swt.

Dengan demikian, jelaslah bahwa membaca al-Qur’an di pekuburan tidak dilarang oleh Agama Islam. bahkan, membaca al-Qur’an dengan pengetian tersebut disunnahkan.

Sumber: KH.MA. Sahal Mahfudh, Dialog Problematika Umat. Surabya: Khalista & LTN PBNU

http://nu.or.id/page/id/dinamic_detil/10/35788/Ubudiyyah/Membaca_Al_Qur_an_di_Kuburan.html

Oleh: awaludinfajari | Januari 25, 2012

Hidup adalah pilihan

Alkisah, terdapat 2 buah bibit tanaman yang terdapat di sebuah ladang yang subur, Bibit yang pertama berkata:”Aku ingin tumbuh besar dan ingin menjejakkan akarku dalam-dalam tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk mentampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari. Dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku”

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.

Bibit kedua bergumam “Aku takut, jika ku tanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tidak tahu apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunas akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak”

Ia pun melanjutkan kekhawatirannya, “Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka dan siput-siput mencoba memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman”

Dan bibit itu menunggu dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi dan mencaploknya segera.

Memang selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita sering terbuai dengan alas an-alasan untuk tidak mau melangkah dan mau menatap hidup. Karenanya hidup adalah sebuah pilihan, maka hadapilah dengan tegar.

Oleh: awaludinfajari | Januari 11, 2012

Bobotoh Persib

Oleh: awaludinfajari | Januari 3, 2012

Membaca Shalawat untuk Nabi

Membaca shalawat adalah salah satu amalan yang disenangi orang-orang NU, disamping amalan-amalan lain semacam itu. Ada shalawat “Nariyah”, ada “Thibbi Qulub”. Ada shalawat “Tunjina”, dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan “hizib” dan “rawatib” yang tak terhitung banyaknya. Semua itu mendorong semangat keagamaan dan cita-cita kepada Rasulullah sekaligus ibadah.

Salah satu hadits yang membuat kita rajin membaca shalawat ialah: Rasulullah bersabda:Siapa membaca shalawat untukku, Allah akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya. Makanya, bagi orang-orang NU, setiap kegiatan keagamaan bisa disisipi bacaan shalawat dengan segala ragamnya.

Salah satu shalawat yang sangat popular ialah “Shalawat Badar”. Hampir setiap warga NU, dari anak kecil sampai kakek dan nenek, dapat dipastikan melantunkan shalawat Badar. Bahkan saking populernya, orang bukan NU pun ikut hafal karena pagi, siang, malam, acara dimana dan kapan saja “Shalawat Badar” selalu dilantunkan bersama-sama.

Shalawat yang satu ini, “shalawat Nariyah”, tidak kalah populernya di kalangan warga NU. Khususnya bila menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.

Salah satu shalawat lain yang mustajab ialah shalawat Tafrijiyah Qurtubiyah, yang disebut orang Maroko shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak apa yang tidak disuka, mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat Nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat bi idznillah. Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam.

Imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (fardlu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rejekinya tidak akan putus, disamping mendapatkan pangkat/kedudukan dan tingkatan orang kaya. (Khaziyat al-Asrar, hlm 179)

Simak sabda Rasulullah SAW berikut ini:

وَأخْرَجَ ابْنُ مُنْذَة عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ الله عَنهُ أنّهُ قال قال َرسُوْلُ اللهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ: مَنْ صَلّى عَلَيَّ كُلّ يَوْمٍ مِئَة مَرّةٍ – وَفِيْ رِوَايَةٍ – مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي اليَوْمِ مِئَة مَرّةٍ قَضَى اللهُ لَهُ مِئَة حَجَّةٍ – سَبْعِيْنَ مِنْهَا في الأخِرَةِ وَثَلاثِيْنَ فِي الدُّنْيَا – إلى أنْ قال – وَرُوِيَ أن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عليه وسلم قال : اكْثَرُوا مِنَ الصَّلاةِ عَلَيَّ فَإنّهَا تَحِلُّ اْلعَقْدَ وَتَفْرجُ الكُرَبَ – كَذَا فِيْ النزهَةِ

Hadits Ibnu Mundah dari Jabir, ia mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia. Sampai kata-kata … dan hadits Rasulullah yang mengatakan:Perbanyaklah shalawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah.

Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal-amal kalian disampaikan kepadaku; jika saya tahu amal itu baik, aku memuji Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. (Hadits riwayat Al-hafizh Ismail Al-Qadhi, dalam bab shalawat ‘ala an-Nabi).

Imam Haitami dalam kitab Majma’ az-Zawaid meyakini bahwa hadits di atas adalah shahih. Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya (istighfar) di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa Rasul untuk umatnya pasti bermanfaat.

Ada lagi hadits lain. Rasulullah bersabda: Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa menjawab salam itu.(HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih)

KH Munawwir Abdul Fattah
Pengasuh Pesantren Krapyak, Yogyakarta

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

%d blogger menyukai ini: