Oleh: awaludinfajari | Januari 25, 2012

Hidup adalah pilihan

Alkisah, terdapat 2 buah bibit tanaman yang terdapat di sebuah ladang yang subur, Bibit yang pertama berkata:”Aku ingin tumbuh besar dan ingin menjejakkan akarku dalam-dalam tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk mentampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari. Dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku”

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.

Bibit kedua bergumam “Aku takut, jika ku tanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tidak tahu apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunas akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak”

Ia pun melanjutkan kekhawatirannya, “Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka dan siput-siput mencoba memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman”

Dan bibit itu menunggu dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi dan mencaploknya segera.

Memang selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita sering terbuai dengan alas an-alasan untuk tidak mau melangkah dan mau menatap hidup. Karenanya hidup adalah sebuah pilihan, maka hadapilah dengan tegar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: