Oleh: awaludinfajari | Agustus 12, 2011

Masalah !!!

Perjalanan hidup setiap orang di dunia akan selalu berbeda, ada yang mudah dan ada juga yang sulit, tergantung setiap orang menjalani dan memahaminya. Ada sebuah anonim yang mengatakan setiap orang hidup pasti mempunyai masalah, artinya semua orang yang masih bernapas itu mempunyai masalah, berat dan ringannya masalah itu adalah relatif tergantung mental seseorang yang menjalaninya, karena Allah sudah berfirman dalam Al-quran tidak akan menimpakan suatu urusan/masalah kecuali sesuai kadar dari kemampuannya, jadi setiap masalah yang kita hadapai seberat apapun itu masalahnya pasti ada jalan keluarnya, sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan, RA Kartini melukiskannya dengan peristiwa alam, habis gelap terbitlah terang, saya melukiskannya dengan sikap masnusia, habis menangis, muncullah tawa. Artinya setelah kesedihan maka akan hadir sebuah kebahagian, setiap kejadian yang menimpa kita pasti akan menyisakan hikmah yang besar untuk kita.

Semakin berat kita diuji dengan sebuah masalah, maka semakin kuat dan matang kita menghadapi kehidupan, bukankah waktu kita sekolah selalu mengikuti ujian tengah dan akhir semester (UAS dan UTS) sebagai syarat kita naik kelas? Atau bahkan ujian nasional yang menjadi syarat kita mendapatkan ijazah kelulusan, sama dalam kehidupan kita juga, kita akan selalu di uji oleh Allah sebagai syarat kita menaikan level/derajat dihadapan Allah SWT, berat dan ringannya kadar masalah yang diterima kita berbanding lurus dengan tingginya derajat yang Allah SWT akan diberikan saat kita lulus menghadapi ujian itu. Nabi dan Rasul adalah kekasih Allah yang telah di jamin oleh Allah SWT masuk surga, tetapi ketika kita melihat riwayatnya ujian dan beban yang di berikan oleh Allah SWT kepada para Nabi dan Rasul berlipat-lipat beratnya, bahkan hampir semua rasul yang diriwayatkan selalu diusir dari tanah kelahirannya, dicaci dan dimaki oleh masayarakatnya atau bahkan keluarganya sendiri, bahkan yang menjadi musuh besarnya Nabi Muhammad SAW adalah pamannya sendiri Abu Lahab sulit dibayangkan oleh kita sebagai manusia biasa yang tidak mempunyai kesabaran seperti para nabi dan rasul, ketika kita dimusuhi, dicaci dan di maki oleh kerabat-kerabat kita atau bahkan sama orang tua kita sendiri, sehari saja kita tidak disapa oleh orangtua kita perasaan kita sudah tidak karuan, bagaimana kalau kita sampai diusir atau dicaci dan di maki oleh sekeluarahan? Sulit dibayangkan bukan, ya memang derajat kita tidak akan pernah bisa sama dengan para Nabi dan Rasul,maka ujian yang diberikan kepada kita pun kadar kesulitannya akan berbeda jauh,  so mulai sekarang berhenti mengeluh pada semua masalah yang menimpa kita, jalanilah semuanya dengan penuh keyakinan bahwa kita bisa melaluinya, dan yakini juga setiap masalah yang kita hadapi merupakan sebuah ujian yang akan menaikan derajat/kedudukan kita di mata Allah dan manusia. So bersikaplah dan berbaik sangkalah pada sang pencipta , karena Dia mencurahkan rasa kasih sayangnya dengan berbagai cara yang sulit ditebak dan pahami oleh kita sebagai manusia biasa.

author : asep awaludi fajari


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: