Oleh: awaludinfajari | Januari 20, 2011

Kisah dari Soichiro Honda

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia bukan siswa yang cerdas di kelasnya, duduknya tidak pernah didepan, selalu menjauh dari pandangan guru.Nilainya pun jelek. Ia berasal dari keluarga miskin. Fisiknya lemah, tidak tampan sehingga membuatnya rendah hati.

Pada usia 15 tahun, ia pergi ke jepang dan bekerja di Hart Shokai Company. Melihat ketekunan dan keterampilannya, bosnya memerintahkan untuk membuka cabang ditempat kelahirannya. Usahanya pun cepat berkembang tetapi ia tidak pernah puas bekerja ditempat orang lain. Ia memutuskan untuk keluar dan mendirikan perusahan sendiri. Mula-mula ia mendirikan usaha pembuatan ring piston, tetapi karena ring pistonnya tidak sesuai standar, Toyota menolaknya. Akibat kegagalan itu, ia melanjutkan kuliah untuk menambah ilmunya. Sepulang kuliah ia segera mempraktikan ilmunya. Dua tahun ia kuliah, kemudian dikeluarkan karena jarang masuk.

“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainka dijejali penjelasan bertele-bertele tentang hokum makanan dan pengaruhnya”katanya. Ia menjelaskan kepada rektornya bahwa tujaun ia kuliah bukan untuk mencari ijazah. Penjelasan itu dianggap sebagai penghinaan oleh rektornya.

Berkat usaha kerasnya, ring pistonnya bisa diterima dan mendapat kontrak dari Toyota. Ia berencana mebuat pabrik yang besar. Niatnya kandas, pemerintah tidak bersedia menyediakan dank arena jepang sedang menghadapi perang. Soichiro tidak kehabisan akal, ia mengumpulkan modal dari beberapa orang dan mendirikan pabrik. Selama perang, pabriknya terbakar. Ia berusaha mengumpulkan sisa-sisa modal dan mendirikan pabrik lagi, dan lagi-lagi pabriknya terbakar.

Ia belum patah semangat. Ia memerintahkan karyawannya untuk mengumpulkan kaleng bensol dari tentara Amerika dan mendirikan pabrik lagi. Tanpa doduga, gempa melanda jepang dan pabriknya hancur untuk kesekian kalinya. Akhirnya ia menjual pabriknya kepada Toyota dan mulai berusaha dibidang lain tetapi selalu gagal.

Tahun 1947, kondisi ekonomi Jepang porak-poranda karena mengalami kekalahan perang. Bensin menjadi langka sehingga Honda tidak dapat menjual mobilnya untu membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda.itulah cikal bakal lahirnya perusahaan otomotif Honda. Sepeda bermesin itulah diminati oelh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, Honda kehabisan stol. Di sinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan Honda dimulai dan kita bisa menyaksikannya sampai hari ini.

Semoga dari cerita Soichiro Honda ini kita bisa mengambil hikmah dari sebuah kegigihan Soichiro Honda yang tidak pernah putus asa meraih kesuksesan meski perusahaannya berkali-kali bangkrut. Sichiro Honda merupakan cermin orang jepang yang selalu Fokus terhadap suatu pekerjaan dan selalu bersemangat dan tidak pernah putus asa meski selalu mengalami kegagalan.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: